Wallpaper Android Wallpaper Android

Blog Archive

Wednesday, October 13, 2010

Waspada Penipuan melalui selular

Jumlah pelanggan telepon dari 11  operator yang ada di Indonesia,  yang sebanyak (akan di atas) 200  juta pada 2010, sudah pasti adalah  angka terbesar dibandingkan dengan  jumlah pelanggan, pemakai, atau nasabah  industri apa pun yang ada di negeri  ini.Tidak aneh bila di antara jumlah  yang besar tersebut, banyak yang mencoba  memanfaatkan kelengahan atau  ketidakmengertian pelanggan lainnya  dengan berbagai modus penipuan,  utamanya melalui SMS.  Praktis tidak ada petunjuk dari  operator untuk sekadar mengurangi  cara penipuan yang menggunakan fasilitasnya  tersebut. Masyarakat pun  agaknya pasrah dan paling-paling  curhat   melalui media cetak tentang kesialannya  sebagai korban penipuan SMS.  Sedikit berbagi, barangkali tulisan ini  dapat membantu puluhan juta pemakai  seluler mengenali sistem penomoran dari  benda yang setiap saat dibawanya  tersebut, sehingga lebih waspada terhadap  upaya penipuan yang tiap saat  mengintai.


Apa dampaknya?  
Pertama adalah pengenalan masyarakat  terhadap sistem penomoran yang  baku dan berlaku. Dengan menyebutkan  atau menuliskan nomor ponsel dengan  penggalan yang benar, orang lain  akan langsung mengetahui operator  mana yang digunakan (calon) lawan bicaranya,  sehingga memungkinkan diperoleh  tarif bicara yang lebih murah  atau kemasan promosi yang menarik  dan kompetitif.  Kedua, dengan mengenali kode operator  secara utuh, sekaligus kita mewaspadai  bahwa adalah suatu kejanggalan  bila mendeteksi nomor pengirim SMS  berhadiah yang mengaku dari suatu  operator menggunakan nomor pengirim  dari operator lainnya. Apalagi berbeda  sistemnya, GSM atau CDMA.  Relevansi yang menyangkut tanggung  jawab operator adalah sejauh mana mereka  sebagai penyelenggara jasa berlisensi  juga peduli terhadap penyalahgunaan  nomor-nomornya dalam upaya penipuan.  Tidak dimungkiri bahwa pelanggan   prabayar , yang jumlahnya sekitar  97 persen dari seluruh pemakai telepon  seluler, sistem verifikasinya belum  akurat (atau cenderung asal-asalan).  Kalaupun si operator berkehendak menelusuri  identitas pemegang nomor  yang digunakan untuk berbagai modus  tindak penipuan, akan tetap sulit dilakukan  pelacakan nama dan alamat  yang sesungguhnya.  Operator  Karena alasan privacy, karena ponsel  bersifat personal, kita tak akan memperoleh  handphone directory dari operator  ponsel seperti halnya Buku Petunjuk  Telepon yang diterbitkan Telkom setiap  tahun. Meski demikian, tetaplah  ada kewajiban operator seluler (atau  asosiasinya) untuk memberikan edukasi  kepada masyarakat mengenai banyak  hal tentang produknya yang dijual  kepada masyarakat luas.  Cobalah diingat. Adakah  saat ini kita telah mendapatkan  imbauan dari  operator agar tidak  menelepon atau ber-  SMS selagi mengemudi?  Pernahkah  operator menjelaskan  bahaya sinyal  elektromagnetik  ponsel yang digunakan  di area stasiun  pengisian bahan  bakar? Di era yang  katanya  perang tarif   ini, di manakah kita  bisa mendapatkan tabel  tarif lengkap atau tarif  antaroperator? Dan lain sebagainya.  Kita amat mengimbau agar para operator  seluler memulainya dengan hal  yang sepele, melalui penerangan cara  menyebutkan nomor HP secara baik  dan benar, sehingga tidak ada lagi spanduk  atau stasiun radio besar yang menulis  atau menyebut nomor selulernya  dengan  kosong delapan satu, sekian-sekian-  sekian-dan seterusnya , melainkan  dengan benar menyebutnya  kosong delapan  sekian-sekian, satu-dua-tiga-empat-  lima-enam-tujuh .

Iktikad operator mensosialisasi sesuatu  yang tampak remeh tapi fundamental  ini akan menyadarkan masyarakat tentang  adanya trik penipuan yang mencampuradukkan  identitas nomor HP  mereka, sekaligus membangun tanggung  jawab moral dan kredibilitas bisnis  dari operator yang nomornya sering  digunakan untuk menipu orang lain.  Selain berguna untuk industri seluler,  pada gilirannya para operator yang  mampu melindungi pelanggannya dari  penipuan, melayani dengan cepat dan  tepat, serta memberikan informasi atas  kelakuan pelanggan nakalnya, akan  mendapat pencitraan positif dan apresiasi  masyarakat luas.

Garuda Sugardo,
MANTAN DIREKTUR TELKOMSEL, INDOSAT, DAN TELKOM

No comments:

Post a Comment