APPLE merupakan penjaga pintu eksklusif dari iPhone App Store. Karena Apple mampu menolak aplikasi apapun dari manapun sesukanya, seperti yang telah mereka lakukan pada aplikasi Google Voice. Tapi beberapa pengembang aplikasi iPhone tidak diam begitu saja atas tindakan Apple tersebut. Para pengembang ini membentuk toko aplikasi tidak resmi yang disebut Cydia, dan tetap membuat para pengembang yang aplikasinya ditolak Apple mampu menjual aplikasi mereka. Toko aplikasi ini dioperasikan oleh Jay Freeman, dan khusus menjual aplikasi iPhone yang ditolak oleh Apple. Untuk menggunakan aplikasi dari Cydia, konsumen diharuskan untuk menjebol lisensi ponsel mereka, sebuah proses yang dilarang oleh Apple. Jika sudah berhasil menjebol lisensi Apple, pengguna dapat menggunakan berbagai macam aplikasi Cydia, termasuk aplikasi Google Voice, GV Mobile, dan masih banyak lagi. Sangat sulit mendapatkan data akurat. Sudah berapa pengguna yang menjebol ponsel iPhone mereka. Tapi berdasarkan jumlah unique device identifiers yang terdapat di server Cydia, Freeman mengklaim sudah sekitar 4 juta pengguna yang menggunakan iPhone tidak resmi, atau sekitar 10% dari 40 juta pengguna iPhone dan iPod Touch.
Showing posts with label Info Handphone. Show all posts
Showing posts with label Info Handphone. Show all posts
Tuesday, November 30, 2010
PSP Go
PSP Go Saingi iPhone Sony PSP Go akan didukung fi tur yang mampu men-download dan memainkan game mobile. Fitur yang disebut Minis ini akan mendukung download fi le berukuran 100 MB atau kurang, agar dapat cepat di-download melalui koneksi WiFi. Dua buah game iPhone yang berhasil di-porting ke PSP adalah Filedrunners dan Hero of Sparta, dan harganya pun mirip dengan yang dijual Apple, yakni sekitar 1 Euro sampai 5 Euro. Selain game mobile, PSP juga mampu membaca komik digital, termasuk komik dari terbitan Marvel, berkat aplikasi digital reader.
Wednesday, October 13, 2010
Waspada Penipuan melalui selular
Jumlah pelanggan telepon dari 11 operator yang ada di Indonesia, yang sebanyak (akan di atas) 200 juta pada 2010, sudah pasti adalah angka terbesar dibandingkan dengan jumlah pelanggan, pemakai, atau nasabah industri apa pun yang ada di negeri ini.Tidak aneh bila di antara jumlah yang besar tersebut, banyak yang mencoba memanfaatkan kelengahan atau ketidakmengertian pelanggan lainnya dengan berbagai modus penipuan, utamanya melalui SMS. Praktis tidak ada petunjuk dari operator untuk sekadar mengurangi cara penipuan yang menggunakan fasilitasnya tersebut. Masyarakat pun agaknya pasrah dan paling-paling curhat melalui media cetak tentang kesialannya sebagai korban penipuan SMS. Sedikit berbagi, barangkali tulisan ini dapat membantu puluhan juta pemakai seluler mengenali sistem penomoran dari benda yang setiap saat dibawanya tersebut, sehingga lebih waspada terhadap upaya penipuan yang tiap saat mengintai.
Apa dampaknya?
Pertama adalah pengenalan masyarakat terhadap sistem penomoran yang baku dan berlaku. Dengan menyebutkan atau menuliskan nomor ponsel dengan penggalan yang benar, orang lain akan langsung mengetahui operator mana yang digunakan (calon) lawan bicaranya, sehingga memungkinkan diperoleh tarif bicara yang lebih murah atau kemasan promosi yang menarik dan kompetitif. Kedua, dengan mengenali kode operator secara utuh, sekaligus kita mewaspadai bahwa adalah suatu kejanggalan bila mendeteksi nomor pengirim SMS berhadiah yang mengaku dari suatu operator menggunakan nomor pengirim dari operator lainnya. Apalagi berbeda sistemnya, GSM atau CDMA. Relevansi yang menyangkut tanggung jawab operator adalah sejauh mana mereka sebagai penyelenggara jasa berlisensi juga peduli terhadap penyalahgunaan nomor-nomornya dalam upaya penipuan. Tidak dimungkiri bahwa pelanggan prabayar , yang jumlahnya sekitar 97 persen dari seluruh pemakai telepon seluler, sistem verifikasinya belum akurat (atau cenderung asal-asalan). Kalaupun si operator berkehendak menelusuri identitas pemegang nomor yang digunakan untuk berbagai modus tindak penipuan, akan tetap sulit dilakukan pelacakan nama dan alamat yang sesungguhnya. Operator Karena alasan privacy, karena ponsel bersifat personal, kita tak akan memperoleh handphone directory dari operator ponsel seperti halnya Buku Petunjuk Telepon yang diterbitkan Telkom setiap tahun. Meski demikian, tetaplah ada kewajiban operator seluler (atau asosiasinya) untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai banyak hal tentang produknya yang dijual kepada masyarakat luas. Cobalah diingat. Adakah saat ini kita telah mendapatkan imbauan dari operator agar tidak menelepon atau ber- SMS selagi mengemudi? Pernahkah operator menjelaskan bahaya sinyal elektromagnetik ponsel yang digunakan di area stasiun pengisian bahan bakar? Di era yang katanya perang tarif ini, di manakah kita bisa mendapatkan tabel tarif lengkap atau tarif antaroperator? Dan lain sebagainya. Kita amat mengimbau agar para operator seluler memulainya dengan hal yang sepele, melalui penerangan cara menyebutkan nomor HP secara baik dan benar, sehingga tidak ada lagi spanduk atau stasiun radio besar yang menulis atau menyebut nomor selulernya dengan kosong delapan satu, sekian-sekian- sekian-dan seterusnya , melainkan dengan benar menyebutnya kosong delapan sekian-sekian, satu-dua-tiga-empat- lima-enam-tujuh .
Iktikad operator mensosialisasi sesuatu yang tampak remeh tapi fundamental ini akan menyadarkan masyarakat tentang adanya trik penipuan yang mencampuradukkan identitas nomor HP mereka, sekaligus membangun tanggung jawab moral dan kredibilitas bisnis dari operator yang nomornya sering digunakan untuk menipu orang lain. Selain berguna untuk industri seluler, pada gilirannya para operator yang mampu melindungi pelanggannya dari penipuan, melayani dengan cepat dan tepat, serta memberikan informasi atas kelakuan pelanggan nakalnya, akan mendapat pencitraan positif dan apresiasi masyarakat luas.
Garuda Sugardo,
MANTAN DIREKTUR TELKOMSEL, INDOSAT, DAN TELKOM
MANTAN DIREKTUR TELKOMSEL, INDOSAT, DAN TELKOM
Sunday, October 3, 2010
Sistem penomoran Operator Indonesia
Bila nomor telepon kabel kita adalah 87654321, maka di Jakarta kita bisa menulis atau menyebutkannya dengan 021- 87654321. Bila nomor tersebut adalah milik pelanggan Telkom di Denpasar, maka penulisannya adalah 0361- 87654321. Dapat dimengerti, penulisan dan penyebutannya pun harus jelas dan terpisah antara kode area (kota) dan nomor telepon itu sendiri. Dalam penyelenggaraan seluler bergerak (mobile), baik GSM maupun CDMA, ketidakmengertian sebagian besar masyarakat tentang penomoran terkesan dibiarkan; dan hal inilah yang kemudian menjadi celah masuknya penipuan. Sistem penomoran GSM maupun mobile CDMA di Indonesia mempunyai skema yang berbeda dengan sistem penomoran telepon tetap. Struktur penomorannya terdiri atas urutan tiga unsur, yaitu: Kode Negara (Indonesia 62 ), Kode Operator (4 digit), dan Nomor Pelanggan (6 atau 7 digit). Empat digit kode untuk tiap operator tentulah berbeda, misalnya Telkomsel memiliki Kode Operator antara lain 0811, 0812, 0813, dan 0852; Indosat berkode 0815, 0816, 0855 dan 0856, sedangkan operator XL berkode 0817, 0818, 0877 dan 0878. Operator yang relatif baru adalah 3 , yang menggunakan kode 0899, dan Axis kode prefiksnya 0838. Pada umumnya, yang biasa disebutkan masyarakat tentang nomor HP-nya adalah 10 atau 11 digit nomor yang merupakan gabungan dari kode operator dan nomor miliknya, Nah, di sinilah banyak korslet -nya! Seyogianya penyebutan atau penulisan nomor HP haruslah dilafalkan dengan memisahkan kode operator lengkap sebanyak 4 digit dengan nomor pelanggannya yang 6 atau 7 digit itu. Ibarat nomor telepon Telkom Denpasar seperti contoh di atas, tidaklah mungkin kita menyebutkannya dengan penggalan 036-187654321, karena nomornya adalah (0361) 87654321.
Subscribe to:
Posts (Atom)

